Bumi kita berputar seperti
gasing. Gerak putar Bumi pada sumbu putarnya ini dinamakan gerak rotasi. Untuk
menyelesaikan satu putaran (satu periode rotasi), dibutuhkan waktu 23 jam 56
menit 4.1 detik. Gerak rotasi Bumi inilah yang menyebabkan terjadinya siang dan
malam dan pergerakan semu benda-benda langit.
Gerak semu langit adalah gerak
yang kita amati dari Bumi, dimana benda-benda langit terlihat terbit di timur
dan tenggelam di barat. Gerak semu ini teramati karena Bumi kita yang
ber-rotasi dengan arah sebaliknya, dari barat ke timur. Lintasan gerak
benda-benda langit yang terbit di timur dan terbenam di barat, dinamakan
lintasan harian benda langit. Lintasan harian ini terlihat berbeda jika kita
mengamatinya dari lintang berbeda. Jika kita berada tepat di khatulistiwa, kita
akan mengamati lintasan haria benda-benda langit tersebut, tegak lurus terhadap
horizon / ufuk.
Jika kita berada di bumi
belahan selatan (sebelah selatan khatulistiwa), kita akan mengamati lintasan
harian benda-benda langit tidak lagi tegak lurus terhadap horizon, tapi condong
ke arah utara. Besarnya kemiringan lintasan harian ini tergantung sejauh mana
kita dari khatulistiwa. Semakin ke arah selatan, maka garis lintasan gerak
harian benda-benda langit akan semakin condong ke arah utara. Begitu juga
sebaliknya jika kita bergerak ke arah utara. Semakin ke utara dari
khatulistiwa, maka semakin besar kecondongan lintasan harian benda-benda langit
itu ke arah selatan.
Persamaan matematis atau rumus kunci dari persoalan ini
adalah sebagai berkut:
Dimana: as adalah percepatan
sentripental planet (bumi), v adalah kelajuan linier planet, w adalah kelajuan sudut, dan r adalah jari-jari
planet (bumi).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar